Cooking with Mind, Body, and Soul

Tulisan2 ku disini ngak cuma sekedar nemenin foto2 yang dipamerin...tapi juga curhatan gimana mood aku sewaktu masakan dan cake ini dalam proses pembuatan. Dan perasaan tentang hasil akhirnya, sampai komentar yang icip icipnya...

Jadi mahap kalo isinya kayak cerpen, bahkan cerbung.... atau novel yaaa.... ha haa haaa....

Tuesday, January 11, 2011

Pelatihan Roti Metode Terbaru dengan Tongkat Roti - 5-6 Feb 2011 di dapur Alley Kitchen




Alat yang akan digunakan untuk membuat berbagai jenis roti di atas  pada saat pelatihan ini adalah Tongkat Roti yang merupakan penemuan baru untuk membuat roti di rumah yang dapat menghasilkan roti seempuk bakery terkenal tanpa listrik, tanpa mixer, tanpa diuleni, tanpa membuang banyak tenaga dan tanpa peralatan yang serba mahal sedangkan oven yang digunakan adalah oven rumah tangga. 

Sesi 1
Sabtu 5 Februari 2011
Jam 08.00-16.00 
 

Materi  :
1.      Roti Tawar Taiwanese (Roti Tawar Bread Talk/Jesslyn Cake)
2.      Pizza Taiwanese (perpaduan Pizza Italia, Taiwan & Indonesia)
3.      Teori bahan dan fungsi bahan terhadap hasil jadi roti
4.      Teori teknologi frozen dough (membuat roti hari ini, dipanggang lusa)
5.      Menghitung volume loyang roti tawar
6.      Mengetahui hasil jadi roti dari analisa resep
7.      Memulai wirausaha roti dengan modal hanya 500 ribu
8.      Tanya jawab

Biaya               : Rp 300.000,- 

Sesi 2
Minggu 6 Februari 2011
Jam 08.00-16.00

Materi :
1.      Roti Manis Taiwanese (Roti Manis Bread Talk/Jesslyn Cake) dengan berbagai bentuk, filling dan topping
2.      Donat Taiwanese (Perpaduan Dunkin’s Donuts Amerika dan Taiwan)

Biaya               :           Rp 300.000,-

Tempat            :           Alley Kitchen
Pejompongan, Jakarta
                                    http://alleykitchen.blogspot.com

·         Materi pelajaran dapat didownload dengan GRATIS  di http://dapurrotiaa.wordpress.com dengan judul “METODE TERBARU MEMBUAT ROTI DI RUMAH” atau akan kami kirimkan melalui e-mail, dan harap dibawa pada saat pelatihan.

·         Pendaftar untuk sesi 1 dan 2 sekaligus, diberikan harga khusus Rp.500.000,-

·         Pemesanan Tongkat Roti seharga Rp 100.000,-  dilakukan bersamaan dengan waktu pendaftaran
(Tongkat Roti Dilindungi Hak Cipta & Tidak Dijual Bebas Di Pasaran)

 ·         Peserta akan mendapat :
1.      Makan Siang
2.      Coffee Break
3.      Bahan-Bahan Roti Pelatihan (Lokal & Import)
4.      Seluruh Roti Hasil Pelatihan Dibawa Pulang Peserta

·         Seluruh peserta akan terlibat penuh dalam setiap proses pembuatan roti pada pelatihan ini.
·         Para peserta, terutama pemula, disarankan membawa kamera untuk mendokumentasikan step-by-step pembuatan roti, sehingga dapat dengan mudah mempraktekan semua yang telah dipelajari di rumah sendiri.
·         Peserta dapat membawa resep roti dari sumber lain untuk dianalisa oleh Trainer dari segi bahan dan fungsi bahannya

Cara Pendaftaran :
1.      Pendaftaran dapat segera dilakukan dengan cara :
- Mengirimkan email ke Agus Jamhari  
- Via telpon atau SMS ke 022-70029134

2.      Peserta yang sudah terdaftar mohon segera membayar biaya kursus ke Rekening BCA 777-084-1911 a/n  Agus Jamhari.

3.      Pembayaran dilakukan paling lambat tanggal 24 Januari 2011, agar Alley Kitchen Organizer dapat mempersiapkan bahan dan perlengkapan pelatihan secara maksimal.

4.      Peserta yang sudah membayar, harap mengirim konfirmasi ke email Agus Jamhari  , atau  via telpon, atau SMS ke 022-70029134

Info lebih lanjut silakan hubungi : 
Agus Jamhari, A.Md.Par
BAKING TECHNOLOGIST
Dapur Roti Aa Bandung
022-70029134
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000352661026

Penampakan kegiatan pelatihan 4-5 Desember 2010 lalu bisa dilihat disini :

http://www.facebook.com/profile.php?id=858174538&v=photos#!/album.php?aid=2074980&id=1019725590


Tuesday, November 30, 2010

Pelatihan Membuat Roti dengan Metode Terbaru tanpa mixer roti - akan numpang di dapur Alley Kitchen

Temans....
Pengen bisa bikin roti kayak di bakery terkenal tanpa mikser khusus dan alat yang ribet?
Ikutan yuk pelatihannya di dapur aku...
Bukan aku yaa yang ngajar, tapi Mas Arie dari Bandung yang udah woro2 di Komunitas bango Mania dan Klub Keju...
Untuk lengkapnya, baca aja info yang aku copy dibawah ini :



METODE TERBARU MEMBUAT ROTI
DI RUMAH
Menghasilkan Roti Seempuk Bakery Terkenal Tanpa Mixer Roti
( hanya menggunakan tangan dan tongkat roti )

Oleh :
Agus Jamhari, A.Md.Par
BAKING TECHNOLOGIST

Insya Allah pada tanggal 4-5 Desember 2010 Hari Sabtu dan Minggu Jam 08.00-17.00 di Jakarta, Anggota Komunitas Bango Mania dan Club Keju akan mengadakan Pelatihan Membuat Roti dengan Metode Terbaru tanpa mixer roti.

Metode terbaru ini menggunakan Tongkat Roti yang dirancang untuk menghasilkan kualitas roti yang mendekati hasil yang dicapai mixer roti.

Dengan metode ini anda dapat membuat roti kapan saja dan dimana saja tanpa mixer roti dan tanpa listrik bahkan ketika anda sedang camping di puncak gunung anda bisa membuat roti dengan catatan anda membawa bahan roti dan perlengkapannya yang tidak berat.

Pada pelatihan ini anda akan diajarkan membuat roti dengan metode frozen dough sehingga anda dapat memanggang roti setiap hari tanpa membuat adonan roti setiap hari.

Metode ini sangat baik untuk ibu rumah tangga yang selama ini gagal membuat roti dengan tangan dan kesulitan membeli mixer roti karena harganya yang mahal, padahal membuat roti adalah hal yang mudah dan sederhana, tidak sesulit yang dibayangkan.

Untuk peserta yang telah mendaftar, biaya pelatihan ini Rp 355 ribu perorang, bagi yang ingin memesan tongkat roti harganya hanya Rp 100 ribu (satu set).

Untuk anda yang ingin mengetahui metode terbaru membuat roti ini lebih lanjut, anda dapat mendownload buku pelatihannya secara gratis di http://dapurrotiaa.wordpress.com

Pelatihan akan berlangsung di rumah Ibu Lisa Basuki di Pejompongan / Benhil, Jakarta Pusat. ( Denah akan dikirim kepada peserta )


Materi yang akan dibahas :

Hari Pertama

Roti Tawar Taiwanese
Roti Manis Taiwanese
Pizza
Kalo ada waktu sisa, ada bonus resep membuat kue mudah dan cepat ala rumah tangga

Hari Kedua
1.              Roti Bakar Crispy
2.              Donat Taiwanese
3.              Bonus beberapa resep yang dipraktekan sesuai dengan waktu dan bahan baku yang ada

Pendaftaran    :           Paling lambat hari Kamis, 2 Desember  2010
Ke Agus Jamhari (agus_jamhari@yahoo.co.id>
atau telp. 022-7002 9134

Pembayaran      :               Transfer via BCA KCU Dago Bandung No Rek 777-084-1911 a.n
Agus Jamhari. Apabila dengan tongkat roti jadinya Rp 455ribu. Mohon telp atau SMS ke Trainer setelah transfer ke no telp 022-70029134.
Untuk info lengkap dan penampakan rotinya, silahkan mampir di http://dapurrotiaa.wordpress.com/

Saturday, November 20, 2010

Bangkit Jahe Wijen



Sehabis sarapan, duduk santai berdua suami yang asyik baca majalah kesehatan....
Trus dia bilang, kalau jahe itu sangat bermanfaat bagi kesehatan..Kalo bermacam wedang dari jahe kan udah sering aku bikin... jadi bikin apa lagi yaa...
Jadi teringat resep yang berseliweran di NCC bulan ini, yaitu Bangkit Jahe...Mumpung udah punya asisten jadi langsung aja aku buatkan sebagai ganti Ginger Cookies yang dia minta dibuatkan sejak beberapa tahun lalu.. ( duh lama sekali yaa belum juga dikabulkan... kalah dengan pesanan tumpeng dari pelanggan yaaa... )

Resep yang aku pilih adalah Resep Bangkit Jahe  atau aslinya berjudul Kue Jahe Manis yang diposting Puspita Widowati dari majalah Sedap jadul. Karena setelah aku analisa ( cieh keren yaa..) sepertinya inilah resep yang paling mirip komposisinya dengan Bangkit Jahe kesukaanku yang sering aku beli di Pasar Benhil... Empek penjualnya sih bilang Bangkit Jahe bertabur Wijen itu buatan Lampung...
Lho bukannya Bangkit/Bangket itu kue khas Betawi?? Aku kan juga pernah sajikan itu diacara Year End Party kantorku dulu yang aku rancang bertema Budaya Betawi.. Ternyata dari pernyataan teman2 di milis NCC, Kue Bangkit dengan berbagai versinya itu ada diseantero bumi Nusantara ini yaa...
Jadi sekalian aja ikutan ngeramein Bangkit Week nya NCC. Posting ini udah mepet banget, potretnya udah aku bikin sejak 10 hari lalu. Tapi baru bisa upload potertnya malam ini, karena ada kendala masukin data ke laptopnya...


Hasil karya pertama yang 1 resep itu habis dimakan suami sendirian... Beberapa hari kemudian bikin lagi 2 resep... eh tinggal dikit, karena tiap hari dibungkus untuk dibawa kekantornya...doyan banget yaaa...
Bikin lagi 2 resep sekalian pesanan Mas Denny... eh belum sempat nyisihin untuk Mas Denny bangkitnya udah acak adul... Tapi akhirnya bisa jadi juga tuh 2 toples, satu untuk Mas Denny, dan satunya lagi dibawa kerumah Ibuku di hari Idul Adha...Kakak2 dan adik2 ku pada suka tuh... enak banget kata mereka... Malah kakak tertuaku jadi ternostalgia dengan cookies segi empat panjang berwarna coklat yang sering kami temukan di rumah Embah Putri dulu.... Yang itu beda dong... itu kan Speculass yang pake bumbu speekoek...

Ini resep yang sedikit aku modifikasi dengan mengganti sebagian besar gula halus dengan gula palem, sisa gula halusnya dengan gula kastor. Juga menambahkan daun pandan dan daun jeruk purut. Dan tentunya juga biji wijen yang gurih dan kenyes2 itu....

Mulanya wijennya aku tabur diatas adonan yang sudah dicetak, tapi jadinya berjatuhan, gak mau nempel.
Trus aku tabur dicetakan sebelum adonannya dimasukkan kesana... weh jelek.. merusak estetika... jadi ngak keliatan tuh cantiknya relief bebungaannya..
Akhirnya aku masukkan aja keadonannya... wah jadinya uwenak banget...

Bangkit Jahe Wijen


 









 Bahan:
175 ml santan
100 gr gula merah
50 gr jahe emprit
100 gr margarine
75 gr gula palem
25 gr gula kastor
1 kuning telur
500 gr sagu
2 lbr daun pandan
4 lbr daun jeruk purut
75 gr biji wijen sangrai

Cara membuat :
1.        Sangrai tepung sagu bersama potongan pandan dan daun jeruk purut sampai daunnya kering, atau kurang lebih 15 menit
2.    Blender jahe dan sebagian santan 
3.    Rebus gula merah, jahe halus, dan sisa santan, lalu saring. Dinginkan.
4.       Campur tepung sagu dengan biji wijen hingga rata, sisihkan.
5.    Kocok margarine, gula palem, dan gula kastor, serta kuning telur hingga lembut
6.   Masukkan campuran tepung kanji dan rebusan gula sebagian demi sebagian bergantian. Aduk dengan wisk hingga bercampur rata. Hasilnya adonan yang bergerindil...
7.      Bulatkan adonan dengan jari, lalu tekan tekan pada lubang cetakan kue satu. Lepaskan dari cetakan sambil di pukul2 pada tumpukan serbet bersih. Susun pada loyang datar, panggang dalam oven selama 20 menit, atau sampai matang. 
8. Dinginkan 
Selamat mencicipi...

Sunday, August 22, 2010

Alley Kitchen di Trans TV

Sodara sodara....
Setelah tahun lalu diliput Tabloid Saji dan Awal tahun ini oleh Tabloid Lezat ( mahap belum sempat diceritaain disini yaa... ).. maka kali ini Alley Kitchen akan go public via Televisi...

Jadi... ditunggu gaya dan lagaku di Trans TV yaaa....
Pantengin acara Jelang Siang hari Rabu, 25 Agustus 2010, antara jam 12:15 s/d 12:45 gitu deeehh...


Tuesday, July 20, 2010

Ayam Cabut Tulang - Satu lagi dari Alley Kitchen

 
Terprovokasi dengan penampilan Ayam Kodok untuk Yulia Maki minggu lalu, Mbak Titisari teman FB yang udah pesan tumpeng 2 kali itu memesan untuk konsumsi keluarga dan para tetangganya.....
He hee heee... enak ya jadi tetangganya Mbak Titi..
Bilangnya sih dikirim kapan saja kalau aku punya waktu, walau pembayarannya sudah dilunasi minggu lalu..

Trus Sabtu lalu ketemu Chef KW di Bazzarnya Sedap Saji, ngobrol2 dan aku tanya tentang pembuatan ayam kodok yang katanya tanpa dijahit itu. Karena kesibukan Chef dan Teh Uceu, maka latbar ayam kodok metode itu belum bisa dilakukan sampai sekarang...
Jadi Chef hanya menjelaskan secara lisan kepadaku tentang prosesnya... sedangkan resepnya bisa diapplikasikan dengan berbagai bumbu dan isian... yang penting gayanya Western, bukan Chinese..

 

Ni dia hasilnya... terlihat lebih moist kaann..? Karena ayamnya hanya dikeluarkan tulangnya aja tanpa dagingnya ikut serta... Ngerjainnya juga lebih simple, karena ngak perlu repot melepaskan kulit dari dagingnya... hanya saja dibutuhkan insting untuk melorotkan dagingnya, dan kapan harus memotong otot yang menempel di tulangnya...
Aku sih lebih banyak menggunakan jari daripada pisau... karena agak riskan, bisa keterusan motong dan bikin kulitnya jadi sobek...


Walau daging masih tetap menempel dikulitnya, tetapi rasanya juga maknyus... karena aku marinate dengan bumbu hasil modifikasi aku, hingga aromanya harum dan tidak hanyir sama sekali ( maklum deh, aku kan kurang suka dengan ayam, jadi aku buat sedemikian rupa hingga hilang bau "manehna" ). Dan bumbu marinatenya itu aku lumuri keseluruh lapisan bawah kulitnya juga, dan bagian daging yang tebal juga aku pecahkan supaya bumbu bisa meresap kesegala penjuru.... Jadi nanti rasanya ngak hambar gitu...

Bagian kosongnya tetap aku isi dengan cincangan daging ayam dan daging sapi, ditambah potongan jamur dan bumbu2 istimewa lainnya...

Dan yang paling aku suka adalah..... ngak usah pake njait dengan jarum dan benang.... ( itu satu2nya pekerjaan "wanita" yang kurang aku suka, walau aku punya mesin jahit dengan 24 model bordiran... juga aku punya kotak berisi benang beraneka warna lengkap dengan aneka jarum, bidal, dan beberapa macam alat untuk memasukkan benang kedalam jarum yang perlu banget buat kami yang udah jauh dari masa muda... he hee heee...dan kebanyakan sih suamiku yang lebih sering menyentuh kotak itu... haa haaa haaaa... )

Jadi merekatkan kulitnya cukup pake skewer logam yang panjang aja... beres deeh... tinggal dipanggang tanpa proses pengukusan.... jadi bagian dalam ayamnya tetap moist, ngak kering tetapi juicy dan gurih, karena cairannya tidak habis keluar...

Ngak lama setelah tiba, rupanya Mbak Titi telpon, tapi ngak kedengaran karena aku tinggal dikamar...
Sewaktu aku telpon balik, Mbak Titi bilang, ayamnya enak dan ngak hanyir seperti yang semula dikhawatirkan, karena aku juga ngak campurkan liver paste kedalamnya...
Alhamdulillah....
Hanya saja katanya sausnya kurang.... wah terima kasih Mbak Titi... itu masukan buat aku... jadi aku tau kalau pelanggan lebih suka saus yang banyak...
Tadi aku buat sausnya lebih kental, karena ngak banyak aku berikan cairan tambahan...

Ternyata metode ayam cabut tulang seperti ini di negri Paman Sam sana terkenal dengan nama Turducken, yang biasa dimasak saat Thanksgiving...., tapi isiannya lembaran daging dada dan potongan2 roti dan bumbu...

Siapa lagi yang mau coba??? Silahkan......




Wednesday, July 14, 2010

Ayam Kodok - Menu lain Alley Kitchen



Minggu lalu aku terima telpon dari sahabat milis, Shinta Antholis, yang cantik itu…
Tumben nih Shinta telpon, ternyata mo pesan Ayam Kodok untuk hadiah ultahnya Yulia Maki tanggal 14 Juli…. Yang begini nih yang bikin semangat… menu yang beda.. jadi ngak bosan dan jenuh kalo melulu kerjain tumpeng dan kue tampah terus…

Senang dapet tantangan bikin ayam kodok yang udah 15 tahun ngak pernah dibikin lagi… kerjaan ribet, tapi siapa yang mo makan?? Secara sekarang anak2 udah berpencar.. paling2 aku Cuma bikin Bistik Lapis… atao nama kerennya Slice Beefsteak gitu… yang daging has dalamnya diiris tipis dulu baru diolah… Toh bumbu dan sausnya, juga teman2nya ngak beda… bikinnya cepat, dan bisa dalam porsi sedikit… kalo Ayam Kodok gini kan minimal dagingnya isinya aja 1 kg… kapan mo abisnya??



Sebenarnya masih minggu tenang sih...istirohat ngak kedapur dulu... tapi antusias mo bikin si ayam yang katanya mirip kodok ini... tapi udah lama aku ngak mo bikin yang nungging gitu... ngak sopan deh, masa yang mo makan harus menghadapi brutu dulu... ha haa haaa... makanya dah lama mendesign yang seperti ayam2 di iklan majalah para bule2 itu...lebih sopan khaann... ngak keliatan bagian yang seharusnya ditutupi itu....ayam githu lhooo...



Isinya special karena selain daging ayam itu sendiri beserta teman2nya, juga dicampur daging sapi giling juga... bumbu isi dan olesannya hasil modifikasi dari berbagai sumber, dan disesuaikan dengan bumbu yang biasa aku gunakan.
Sausnya... ini adalah saus steak yang biasa dibuat oleh si Oma, alias Ibuku tercintah yang paling jago bikin Beefsteak ( ato emang bisanya bikin steak doang yaa... ha haa haaa...), dengan sedikit tambahan Demi Glaze..



Berhubung wadah yang sesuai dengan pesanan Shinta, aku khawatirkan untuk keselamatan sang ayam kalo dibawa pake kurir bersepeda motor, maka aku usulkan untuk diganti dengan wadah anyaman Lombok yang aku beli di InaKraft beberapa waktu lalu... yang ini ngak untuk dipasarkan... karena barang langka... ngak tau harus beli kemana nih kalo ada yang mau...
Jadi aku tambahkan dengan "no additional cost" sebagai hadiah dari aku untuk Yulia Maki.

Selain itu, aku menganggap kalo teman makannya Ayam Kodok gini adalah Cream Soup. Jadi aku tambahkan dipaketnya sebagai hadiah Ultah dari aku juga untuk Julia...
Next time aku akan buat menu Ayam Kodok Komplit yang sudah include Cream Soup aja deh...
Cream Soupnya berisi ayam, jamur, wortel, jagung, green peas ( kalo ada stock), dan brokoli..
Malah kalo sempat sekalian dengan Garlic Breadnya....
Wah jadi laper sendiri nih... hari gini belum maksiang... udah jam 3 sore nih...


Tadi pagi aku masih ragu.. gimana ya caranya kurir bawa paket ini naik sepeda motor??? Selama ini aku hanya mengandalkan Pak Asmaun dan Pak Rocky sopir taksi langganan... semua kiriman selalu selamat, sehat sentosa sampe di tempat tujuan...
Lha ini Shinta maunya dikirim via Nirwana Kurir langganan paka bakul kue... yang pastinya juga tau persis alamat rumahnya Yulia Maki... secara Shinta ngak tau judul jalannya... apalagi aku yang ngak pernah mampir dirumahnya Yulia...he hee heee...




Ternyata pas banget tuh ukuran wadah dengan boxnya yang mereka bawa...
Ini lokasinya kurang representative, karena mereka parkirnya didekat Pos Satpam nun jauh disana... bukannya dibawah tangga blok aku yang pastinya cuma naik 1 tingkat aja kedapurku... lagian kok boxnya ngak dibawa kedapurku aja, jadi aja assemblynya dibelakang mobil yang diparkir... ha haa haaa...


TTDJ ya Mas... semoga selamat sampe tujuan...

Ternyata selamet tuh.... Alhamdulillah...



Ini poto ayamnya yang udah dimutilasi oleh Yulia Maki... aku ambil potretnya dari FB...cantik yaa...

"Ini lho kue ulangtahunku, hahahahha... bengong2, dateng kurir nirwana, jantungan, lho mau ambil kue ya mas?? perasaan hari ini libur kue deh! "ngga bu, nganterin ini, dari bu shinta..."

thanks ya my dear friend, semoga dibalas olehNya dgn rejeki yg berlimpah...

papa, selamat ngiri yaaa :p


Iya nih gantian... waktu itu Yulia pesan Tumpeng Imut untuk aku antarkan ke sahabatnya di daerah Bangka Kemang... kali ini Yulia sendiri yang dapet kiriman masakan aku... he hee heee...


dan komentar Yulia lainnya :
Yulia RianiYulia Riani thanks yaaaah.... ayam kodok by bude lisa, itu udah aku tag di FB namanya Lisa Basuki, blognya http://alleykitchen.blogspot.com/, selamat ngiler, bude lisa jagoan banget masak memasaknya.... ayamnya uenaaaaak!
yang mau ayo ke depok, tinggal separo nih, hahahha.... 


Dan ini SMSnya :
"Bude, aduh supnya lezatos dehh!
Aku ngak tambahin air bude, ini udah pas dilidah, enaak.
Makasih ya kado ultahnya, smg rejeki selalu lancar ya bude"


Amiinnn....