Cooking with Mind, Body, and Soul

Tulisan2 ku disini ngak cuma sekedar nemenin foto2 yang dipamerin...tapi juga curhatan gimana mood aku sewaktu masakan dan cake ini dalam proses pembuatan. Dan perasaan tentang hasil akhirnya, sampai komentar yang icip icipnya...

Jadi mahap kalo isinya kayak cerpen, bahkan cerbung.... atau novel yaaa.... ha haa haaa....

Showing posts with label Mie. Show all posts
Showing posts with label Mie. Show all posts

Saturday, July 5, 2008

Resep Mie Goreng Hongkong


Mie Goreng Hongkong

by Lisa Basuki

Bahan :


1 kg mie basah , cuci bersih, tiriskan, dan tuangi minyak goreng, aduk rata

atau

2 bks mie kering @ 200gr ( yang mirip mie basah = Mie Telor YI JIAN buatan Sidoarjo )

½ kg tauge

2 ikat daun kucai, potong potong 4 cm

6 bh cabai merah besar, potong-potong melintang 1 cm

6 bh cabai hijau besar, potong-potong melintang 1 cm

4 btr telur, kocok asal, dibuat orak arik

250 gr daging ayam, iris tipis kecil

200 gr udang kupas, tinggalkan ekornya, belah punggungnya

5 siung bawang putih ukuran besar, keprek hampir halus

8-10 sdm kecap Bango

2-3 sdm kecap asin

2-3 sdm kecap ikan

2 sdm kecap Kikoman ( soy sauce )

2 sdm kecap Mushroom

1 sdm kecap Kikoman Teriyaki

1 sdm kecap Maggie

3 sdm saus tiram

2 sdm minyak wijen

18 gr kaldu ayam bubuk ( aku pake Indofood Nestley, gak terasa vetsin )

2-3 sdt lada bubuk

Garam secukupnya, karena asinnya sudah dari berbagai macam kecap

25-50 cc minyak goreng untuk melumas mie ( mie kering memerlukan lebih banyak minyak )

100 cc minyak goreng tuk menumis


Cara Membuatnya :


  • Siapkan semua bahan
  • Tumis bawang putih sampai harum, masukkan daging ayam dan udang sampai berubah warna

  • Masukkan mie , semua kecap, saus tiram, minyak wijen, kaldu bubuk, dan lada, aduk rata. Hasilnya harus agak basah, nyemek nyemek… ( ini kayaknya Kikoman Soy Saucenya jadi kebanyakan deh... abisnya tangan kiri nuang kecap, sementara tangan kanan jepretin kamera yang gak cukup sekali he hee heee...)
  • Cicipi…. Bila kurang asin barulah bubuhi garam secukupnya
  • Masukkan orak arik telur dan potongan cabe, aduk rata
  • Terakhir masukkan tauge dan kucai, aduk rata secukupnya saja. Jangan terlalu lama, biarkan taugenya ½ matang sehingga kalau dimakan masih kenyes kenyes.
  • Kalau tidak segera dimakan atau ingin disimpan dulu, matikan apinya ketika mengaduk tauge. Jadi nantinya waktu dihangatkan kembali, tauge tidak jadi terlalu layu…
  • Kalau hanya sebagian yang akan disimpan, dan sebagiannya lagi mau dimakan langsung, maka setelah disisihkan, sisanya diaduk kembali dengan api menyala…

Wednesday, July 2, 2008

Papais Mie Dalam Cup


Tadi malam bikin Papais Mie ini tuk bekal jalan2 ke Bandung nonton Demo Kue di Ny.Liem.
Aslinya sih mie ini dibungkus daun pisang dan dikukus seperti lontong, kan namanya juga Papais..yang dalam bahasa Sunda arti harfiahnya ya pepes gituu...


Berhubung sifatku yang perfectionist, maka kalo dibungkus daun pisang tuh bakalan ketil dan makan waktu... bayangin aja... daun pisangnya musti dicuci pake sabun... bilas harus selembar demi selembar supaya kotorannya ikut aliran air yang mengalir...dah gitu dijemur dan diangin angin. Trus dibuang serat tengahnya, dipotong2 sampe sampe kalo bisa persis ukuran tiap lembarnya sesuai besarnya lontong...., dan suatu keharusan tuk dilap pake serbet bersih sampe benar2 kering dan hilang kotoran daunnya... bolak balik lho......
Ngerapetinnya harus pake biting ( pake tusuk gigi juga boleh deh... tapi harus yang dari bambu... supaya gak gampang patah waktu nusuknya... ) . Gak boleh pake staples... karena kalo mental ke makannya bisa ketelen dan berbahaya... pokoknya harus ikutin prosedure keselamatan dan kesehatan makanan sesuai dengan EHS / SHE / HSE.. terserah deh interpretasi masing2 perusahaan tuk menyusun singkatan dari Environment, Health, and Safety ini....
Repot 'kaaaan.... aku aja repot... apalagi orang lain.... ( yang gak repot cuma Gus Dur....) ha haa haaaaa....


Jadi aja waktu buat makanan pembuka puasa tuk seluruh warga penghuni blok-2 ini tahun lalu, aku dapet ide tuk ngukus pake paper cup aja, ala Muffin... eh keterusan sampe sekarang....
Bumbunya aku buat sesuai dengan resep aslinya ( Ini aku ambil dari buku catatan resep jadul milik kakakku yang kebanyakan jumlah bumbunya kira-2 aja, jadi masaknya cuma pake perasaan hati dan lidah aja... ). Karena Mie nya keliatan sepi sunyi sendiri, maka aku tambahin serutan wortel dan irisan daun bawang + seledri supaya rame dan lebih sedap rasanya, juga sehat... ( ini dah 4 sehat lho... satunya lagi buah2an.... ya cari sendiri... )

Jadilah resep modifikasi seperti ini :

PAPAIS MIE DALAM CUP
Ala Lisa Basuki

Bahan :

2 bungkus Mie Telur @ 200gr ( rebus sesuai aturan, tiriskan, siram air dingin, tiriskan lagi, sisihkan )
200 gr daging ayam, potong dadu kecil2
100 gr udang kupas, potong dadu kecil2
18 gr kaldu ayam bubuk ( merk Indofood = 2 bungkus )
2 bks santan instant @ 65 ml
300 cc susu cair
1 sdm garam
1 sdt lada halus
4 butir telur ayam
200 gr wortel, serut kasar
100 gr daun bawang, iris halus
50 gr seledri, pisahkan batangnya, iris halus.... daunnya diiris kasar tuk taburan topping
4 btg cabe merah iris melintang, tuk hiasan aja
5 sdm minyak goreng untuk menumis

Haluskan :
5 siung bawang merah
5 siung bawang putih
4 butir kemiri

Cara Membuatnya :

  1. Panaskan kukusan, siapkan loyang muffin yang dialasi paper cup...
  2. Tumis bumbu halus sampai harum
  3. Masukkan ayam dan udang, tambahkan garam, dan lada, aduk hingga berubah warna. Matikan apinya....
  4. Masukkan mie, kaldu bubuk, santan, susu, dan sisa bahan lainnya, aduk rata.. kalau masih agak kering, tambahkan air secukupnya hingga nyemek-nyemek...
  5. Masukkan adonan dalam paper cup, hias dengan sedikit taburan daun seledri dan cabe potongnya......
  6. Kukus selama 20 menit
  7. Angkat, segera keluarkan dari cetakan supaya bawahnya gak basah, dan dinginkan di rak kawat
  8. Siap dinikmati.....lebih sedap lagi pake sambel botol cap 2.....
Selamat mencoba.....



Saturday, June 14, 2008

Mie Goreng Hongkong & Carrot Cake tuk Bu Yuni




Ini pesanan Bu Yuni tetanggaku yang ultah tanggal 6 Juni, tuk dibawa kekantornya menemani Lontong Sayur masakkannya sendiri…

Mie Goreng Hongkong ini kesukaan keluarga kami, aku sering memasaknya sejak anak2 masih kecil hingga sekarang mereka sudah gawe sendiri. Jadi resepnya ya dah hapal luar kepala… Walau mie adalah karbohidrat, tapi aku seringnya klo makan, masih ditambah sedikit nasi hangat lagi karena Mie ini sarat juga dengan protein yang terdiri dari telur, ayam, dan udang….weehh seudeup…

Mie yang dimasak dengan aneka kecap, berpadu dengan pedas manisnya cabe merah dan hijau, dengan campuran kucai dan toge yang masih kriuk-kriuk kalo dikunyah, membuat panasnya siang menjadi seugeuerrr…..

Sebagai hadiah ultah, sehari sebelumnya aku bikinkan Carrot Cake ala Teh Uceu yang kebeken ( resepnya aku contek dari milis)…mulanya aku ragu… kok terigunya banyak banget yaa sampe 500gr… tapi akhirnya nekat juga… klo gagal ya gpp… toh Cuma hadiah, bukan dijual… ( nyepele’in banget yaa…)

Aku cetak diloyang datar 26 x 26 x 4 cm, dan pastinya aku sisihkan sedikit di cup tuk icip2 aku sendiri… ternyata adonan masih banyak, sedangkan Loyang datarnya dah hampir penuh. Takut luber aku ambil lagi sedikit, sampe dapet 7 cup… Toh akhirnya yang diloyang datar jadinya menjulang seperti bantal…. Begitu mateng, hangat2 aku icip…. Walaahhhh…. Uenaakkk…. n seger rasa parutan jeruk dan kismisnya ( padahal itu jeruk yang dah layu disimpan lebih seminggu di kulkas, sisa nasi box pesanan Mbak Nur, dan Cuma satu-satunya ) haa..haaa.haaa…. abisnya dah puter2 seisi pasar dekat Rusun sini koq ya gak ada yang jualan buah2an lagi… sore gini dah pada tutup….Tanya2 tetangga juga ga ada yang punya…



Besoknya setelah antar Mie Goreng pesanannya dan beres2 rumah aku mulai potong2 n hias Carrot Cakenya ( apa bisa disebut hias?? ) pake Frosting … tapi koq kalo Cuma putih polos dan dioles datar aja kayaknya gak seru deh…jadi aja dapet ide tuk bikin bentuk wortel dengan daunnya.. jeruknya aja minta dari pembantunya Bu Yuni sementara beliau lagi mandi… ini juga hiasnya terburu-buru karena sopir yang jemput tuk bawa makanan ke kantor Bu Yuni dah mulai bolak balik ngangkutin masakan … eh tuh frosting kok lebih mirip cabe rawit merah yang gendut itu yaa daripada mirip wortelnya…. Suamiku juga bilang hiasannya koq cabe???? Ternyata OB kantornya bu Yuni juga bilang CABE…. Haa haa haaaa…. Maklum aja ide dadakan n gak pernah liat cara orang bikin bentuk wortel….

Hee hee heeee…. Malamnya Bu Yuni pesan Mie Hongkong lagi tuk besok makan bersama para tetangga dirumah…. Teman kantornya juga ada yang nanya harga Carrot Cakenya tuk pesan…. Alhamdulillah…..lagi lagi ini adalah hikmah karena suka bagi2 masakan dan makanan ke tetangga….


Cerita Dibalik "Pesanan Catering Pertama Setelah Cuti Panjang"


Ini kali pertama aku melayani pesanan catering lagi dalam bentuk pr
asmanan setelah menutup warungku sejak tahun 1995. Sedangkan Nasi Box komersial ini adalah yang kedua ditahun 2008, setelah Paket rawon pesanan kantor Mas Adam, anak bungsuku, yang besoknya ikutan dipamerin di HMFFnya NCC .

Sebenarnya ini adalah pesanan yang tanpa aku promosikan lebih dahulu… tapi entah mengapa Mbak Nur Hayati – Mandiri yang aku kenal pada waktu Kopdar NCC Cinere di Titan Fatmawati itu koq mempromosikan masakanku ke Ibu Mustafa, mertuanya yang tinggal hanya berbatas pagar dengan Rusun tempatku. Padahal Mbak Nur ‘kan belum pernah icip2 masakanku…he hee heee…

Wah aku jadi semangat tuk terjun lagi di dunia bisnis permasakan yang ber Aromatheraxy… ( jadi gimana dong dengan Aromatherapy ku??? ) Koq jadi mulai lagi menekuni hobby lama yaa…

Pesanan ini untuk peringatan 40 hari meninggalnya Kakek suaminya Mbak Nur tanggal 28 Mei 2008 lalu. Nasi komplit 60 Box untuk dikirim jam 15:30, sedangkan 40 porsi prasmanan untuk makan malam keluarga besar. Assisten Dapur sudah aku incar sejak awal tahun lalu sewaktu memimpin Dapur Umum untuk Korban Kebakaran ,dan Korban Banjir satu bulan setelahnya. Kebakaran dan banjir itu menimpa warga ditempat dan lokasi yang sama, kasian yaa…… Jadi begitu pesanan Ibu Mustafa ini dah dipastikan, langsung aja aku hubungi salah satunya tuk bantu aku didapur.

Wah sampai saat ini aku masih ter kagum2 dengan cara mereka masak nasi. Gak pake Rice Cooker Jumbo, beras 15-20 kg langsung dimasak dilangseng/dandang tanpa diaron lebih dahulu… beras yang telah dicuci, dikukus sampai padat, lalu disiram air mendidih sampai setinggi kurleb 2cm diatas beras, terus dikukus sampai air terserap habis. Biasanya mereka memukul mukul permukaan nasinya untuk mengetahui kematangannya ( hebat yaa bisa tau dari suaranya aja…). Dah gitu langsung deh diicip ( kalo ingin yg lebih lembek bisa ditambahkan air dan diaduk lagi ). Aku pribadi sih gak yakin klo aku bisa masak dengan cara seperti itu…ha haa haaa…

Kali ini aku dibantu anaknya Ibu Warteg Tenda Biru dan salah satu tetanggaku, yang juga biasa melayani pesanan dalam jumlah besar, jadi dia dah tau apa yang harus dikerjakan sebelum hari H. Seperti Box yang sudah dia bentuk satu hari sebelumnya, karena katanya biarpun kelihatannya sepele, tapi pembentukkannya butuh waktu yang cukup lama….bumbu2 sudah dia bersihkan, semua tanpa aku perintah lagi…. Alat masak besar, sebagian aku gunakan inventaris Posyandu yang aku pimpin, selebihnya aku pinjam dari tetangga yang meminjamkan alat2 besarnya sewaktu buka Dapur Umum tahun lalu. Bagian pemanggangan ayam dan mengantar box, juga antar prasmanan, adalah ayah dari pembantu tetangga sebelah yang juga menjadi korban banjir tahun lalu. Antar box bisa dilakukan dengan menjinjing langsung, karena jaraknya Cuma 500 meter. Sedangkan untuk prasmanan yang beraneka macam itu diantar dengan motor Viar yang seperti bak pick-up yang ditarik sepotong sepeda motor ( karena Cuma bagian depannya doang ) milik tukang ikan dipasar depan,yang selalu diparkir dekat blok rusunku. Memang ini adalah hikmah dari kerja sosialku, hingga aku mengenal banyak orang2 yang bisa dikaryakan bila dibutuhkan… Sebenarnya ada lagi beberapa orang Ibu Kader PKK yang mo bantu, tapi waktu aku hubungi pada hari H, ternyata aku salah nomer, jadi aja mereka gak dateng karena menyangka masaknya gak jadi…

Nasi Box berisi :

1. Nasi

2. Ayam Bakar Kecap Kalasan ala Pak Sahak


3. Sambel Goreng Ati ( lupa foto )

4. Telur Pindang


5. Cah Jagung Muda Cabe Ijo


6. Oseng Soun Buncis Kecap


7. Kerupuk

8. Jeruk

Alhamdulillah diantar tepat waktu tanpa kendala…


Prasmanan terdiri dari :

1. Nasi Putih

2. Nasi Goreng Oriental


3. Sup Buntut


4. Ayam Bakar Kecap Kalasan - ala Pak Sahak


5. Bistik Daging Lapis + Stup Sayuran


6. Udang Renyah Saus Asam Manis


7. Selada Saus Pinda


8. Sambal Bajak + Sambal Botol

9. Kerupuk

10. Buah Potong Musiman

11. Puding Coklat Vla Vanilla

Nah yang ini bikin aku stress… pagi kepasar Cuma ambil semua yang sudah aku pesan satu hari sebelumnya… ternyata tukang dagingnya bermasalah… buntut sapi dan has dalam belum ada… katanya kebawa anaknya yang jualan di Pasar Senen… duh gimana ne… Akhirnya pulang bawa belanjaan tanpa daging2an… sementara sayuran dah dikirim tadi malam oleh tukang sayur yang kebetulan jadi wargaku, karena aku jadi Ketua RT di Blok-2 ini.

Dua jam kemudian kepasar lagi belanja beberapa yg kurang… buntut sapinya dah ada dan dah selesai dikuliti… siangnya mo siapin bistik… ternyata daging has dalamnya gak dimasukin dikeranjang oleh si tukang daging…. Duuhhhh… Bapak tukang daging ini gimana sih…. Kemarin waktu pesan dia gak mau nyatet.. katanya dah hafal… ternyata kan dia lupa… terpaksa kepasar lagi tuk ketiga kalinya… has dalam dah habis… dapet bagian lain yang katanya empuk juga, tapi aku gak yakin bikin bistik pake daging selain has dalam…( bener kan… ber jam2 gak empuk juga ).

Hampir sore kepasar lagi tuk ke-4 kalinya… beli wortel dan kentang tuk sop buntut, karena hitungan jumlah bahan baku yang harus dibeli ada di komputer, datanya gak bisa dibuka sebab kompi ku rusak pas harus pesan sayuran di hari H-3…, jadi ada bahan baku yang kurang dan banyak juga yang berlebihan karena digunakan dalam beberapa resep masakan ( maklum aja dihitung secara manual dalam waktu yang mepet..). Dan semua harus aku yang belanja sendiri karena sifat perfeksionisku ( kalo asisten, pasti dapetnya wortel yang dah layu itu deh… karna aku yang beli ya aku pilih wortel import aja yang seger buger, tapi disimpan dikulkasnya si tukang sayur ), dan assistenku semuanya sibuk dengan tugas masing2.

Akhirnya tuk Prasmanan ini aku kerja terbirit-birit karena hanya aku yang bisa kerjakan semua masakan yang cukup njelimet dan belum biasa dimasak para asisten ( tuh kaann… perfectionist lagii..) . Udang Renyah terpaksa aku serahkan ke salah satu asisten, yach walaupun hasilnya gak sesuai harapan, apa boleh buat… waktu dah gak bisa kompromi lagi…

Akhirnya pas Magrib selesai semuanya dan diangkut pake motor Viar…sementara kedua HP terus bordering tanpa bisa aku jawab, karena HPnya nyusup jauh didalam tas pinggangku.. aku sendiri nyusul jalan kaki setengah berlari, sampe ketemu temanpun gak aku tegur… sambil bawa Saus Pinda dan Puding Coklat yang ketinggalan. Entah gimana tampangku waktu itu, karena boro2 mandi dan dandan …ganti baju aja gak sempet…. ( bau kaleee…). Brengseknya waktu aku Tanya para asisten “ Gimana tampangku??” eh jawabnya kok “stress Bu.., tampang Ibu stress..”. Weh bukan itu maksudku… apakah aku lusuh dan berpenampilan gak layak untuk ketemu keluarganya Mbak Nur… gitu looo…

Ternyata…… Motor Viar belum tiba… lho kemana dia??? Wah jangan2 mereka lewat jalan raya yang pastinya PaMerPaha ( Padat Merayap Tanpa Harapan ), kebayang ‘kan jam 6 sore macetnya jalan Pejompongan 1 ke arah Manggala Wanabakti dari Karet, Tanah Abang, dan Hotel Shangrilla….. huuuuuuuhhhh…. Sesak nafasku… secara keluarga Mbak Nur juga dah panik dari tadi, karena pengajiannya dah hampir selesai….

Alhamdulillah hampir jam 7 Motor Viar akhirnya tiba ( seharusnya mereka lewat jalan samping Rusun yang Cuma makan waktu gak sampe 10 menit )… dan makanan selesai ditata pas pengajian juga selesai… Aduh… maaf… maaf… berkali-kali aku ucapkan kata maaf pada semua keluarga disana… semoga mereka semua benar2 tulus memaafkan aku yang sangat mepet menata masakannya…Terima kasih banget keluarga Mbak Nur yang cantik2 dan sigap itu semua turun tangan membantu aku… ( saking stressnya disana aku minum air dingin sampai ber gelas2… hampir habis tuh air sebotol yang isi 2 liter…)

Pelajaran berharga buat aku…. Memang aku harus tetap ikuti cara aku seperti yang dulu2 itu, yaitu mempersiapkan bahan baku berupa daging dagingan itu satu hari sebelumnya, jadi semuanya dah siap olah…. Dan harus tukar kulkas dengan yang besar, yang ada dirumah Pulo Gebang…. Yach memang kalo benar2 niat tuk buka catering disini ya harus boyongan semua alat masak besar dari gudang yang ada dirumah sana itu….jadi gak usah pinjam alat kesana sini… Dan HARUS punya tempat masak / dapur khusus, supaya gak bolak balik turun naik ambil alat atau bumbu2 dari tempatku di lantai satu, ke lantai dasar tempat aku pinjam ruangan Ruko temanku yang baru aja dia sewa tuk kantornya.. Jadi inget pepatah yang harus dihafal di SD dulu ….“PENGALAMAN ADALAH GURU YANG PALING BAIK…..”

Masakan Prasmanan gak sempat difoto ( mana sempat lah yaaw….padahal piranti sajinya Ibu Mustafa itu cuantek2 lho..). Foto Udang Renyah Saus Asam Manis itu aku buat 3 hari setelahnya, aku masak lagi dengan udang ukuran agak kecil yang ada dalam kulkasku…jadi beda yaa dengan yang untuk pesanan, yang ukurannya sekitar 40 itu. Juga foto masakan prasmanan lainnya yang cuma sebagai ilustrasi aja, tapi penampilannya mirip2 lah….

Duh… pengalaman pertama memang selalu bikin heboh… mudah2an untuk selanjutnya bisa berjalan dengan mulus dan lancar tanpa kendala apapun…. Amiiiinnn….

NB :
Ada kejadian yang tadi lupa aku ceritain :
Sebenarnya sambil nunggu motor viarnya datang aku cemas banget dan bolak balik ngeliat ke jalan raya depan LAN dari ujung jalan kompleks Kehakiman itu...
Saking stressnya aku cari2 ojek dekat situ... eh ada tuh satu dekat sana... langsung aku samperin dan cepat2 minta tolong si anak muda tuk anterin aku ke jalan raya Pejompongan... lho kok akhirnya aku sadar kalo cowok ini sebenarnya lagi pacaran.. karena si cewek berdiri disebelahnya sementara si cowok duduk di sadel motornya... yaaaach.... karena dah kadung memohon2 tadi ...ya sekalian aja minta ijin ama tuh cewek tuk pinjem cowoknya bentar... ha ha haa haaaa... dan untung akhirnya emang baru 300meter dah ketemu tuh viarnya....