Cooking with Mind, Body, and Soul

Tulisan2 ku disini ngak cuma sekedar nemenin foto2 yang dipamerin...tapi juga curhatan gimana mood aku sewaktu masakan dan cake ini dalam proses pembuatan. Dan perasaan tentang hasil akhirnya, sampai komentar yang icip icipnya...

Jadi mahap kalo isinya kayak cerpen, bahkan cerbung.... atau novel yaaa.... ha haa haaa....

Wednesday, December 16, 2009

Sup Seafood Sekejab


Karena udah bosen dengan bubur selama sakit beberapa hari di Bandung, maka sepulangnya ke rumah, Mas Adam yang makannya udah mulai berselera minta dibuatkan masakan berkuah untuk makan malam tadi.

Karena tadi pagi ngak kepasar, jadi ingat2 aja apa kira2 isi kulkas yang bisa diolah jadi masakan berkuah yang mengandung sayuran dan juga menyehatkan...
Ada brokoli di freezer kulkas, ada wortel kupas, dan bumbu2.... Trus di freezer suhu rendah itu aku punya persediaan udang lobster kecil, bakso sapi, dan bakso udang... Oke deh... bisa bikin sup seafood... eh ada jamur merang juga disana...

Akhirnya diolah deh sup seafood ala Tom Yam... tapi ngak pake cabe dan air jeruk nipis, karena Mas Adam mengalami gangguan kesehatan perut...

Hmmmm yummy... makannya lahap sekali... kayaknya sih balas dendam beberapa hari hanya disdiakan bubur oleh Oma Bandung... paling2 cuma diseling Bubur Havermut.... padahal sehari2nya dia ngak suka makan bubur.. he hee hee... la iyalaaah... masa lagi sakit perut disediakan asinan, sate, siomay dan masakan yang pedas2...

Ini juga sebagai contoh masakan mudah, cepat, praktris, sehat dan sedap , dan dadakan, seperti yang sedang ramai diperbincangkan di milis kuliner hari ini.

Resepnya cuma gini :

Sup Seafood Sekejab
By Lisa Basuki

Untuk 2 porsi

Bahan :

2 siung bawang putih, cincang kasar
1 buah bawang bombay, potong 8
4 ekor udang lobster kecil ( ukuran AK-40 mungkin ), belah punggungnya
4 buah bakso sapi, belah 2
4 buah bakso udang, belah 2
1 batang wortel, iris serong
1 batang daun bawang
1 buah brokoli ( 250 gr ), potong2 kuntumnya
8 bh jamur merang, belah 2
1 1/2 sdt garam
1 btg sereh, memarkan
3 lbr daun jeruk purit
1 iris tipis jahe
1 sdm kecap asin
1-2 sdm air jeruk nipis
5-8 cabe rawit merah utuh
750 cc Air
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara Membuat :
  • Panaskan minyak goreng, tumis bawang putih hingga harum. Tambahkan bawang bombay, aduk sampai layu.
  • Masukkan udang, sereh, jahe, daun jeruk, garam aduk sampai berubah warna
  • Tambahkan air, kecap asin dan air jeruk. masak sampai mendidih
  • Masukkan ke-2 macam bakso, wortel, dan jamur, masak sampai 1/2 matang. Tambahkan brokoli, daun bawang, dan cabe rawit merah, masak terus sampai sayuran cukup matang tetapi masih garing...
  • Angkat dan hidangkan dimangkok panas2....
Hmmmm segar dan sedaap....
Mudah bukaaannn....

Maaf ya yang udah beberapa hari nungguin resepnya selesai aku ketik.... maklum baru kebagian pake kompinya...

Tuesday, December 15, 2009

Sate Goreng Fan Mondes



Sate Goreng dalam kuali, yang Alhamdulillah jadi juara-2 Pasaraya Cooking Competition bareng Coca Cola Botling, & Dimarco - dipotret oleh Fenny calon asisten Bang Abbo...



Sate Goreng dalam piring tembikar - hasil foto aku sendiri..... beda banget yaaa....



Sate Goreng dalam piring tembikar karya foto Fenny..... emang cameranya ngak bisa bohong.... SLR berbanding poket.... jauh mboookkk...



Sate Goreng dalam full display karya foto Fenny..... cakep yaa..


Sebenarnya ini masakan warisan Nenekku... katanya sih biasa dimasak oleh orang2 Betawi, yang pada saat ini udah agak jarang beredar...
Walaupun tidak ditusuk pake tusukan sate, tapi rasanya mirip sekali dgn sate tusuk yang dibakar. Bentuk potongan dagingnya sama, hanya saja masaknya ditumis dengan bawang merahn putih yang cukup banyak... trus pake kacang tumbuk juga walau sedikit... dan tentunya kecap dan perasan jeruk limo...
Karena sponsor lomba masak ini adalah Coca Cola Bottling... ya jangan sampe terulang lagi kejaian dengan ForVITA dulu.... jadi aja air untuk memasaknya aku ganti dengan Fanta yang berasa asam...

Nah ini dia resepnya.... semula memang mo bikin pake Fanta Apel tuk bikin rasa si kambing lebih maknyus dan tidak lagi beraroma prengus... apadaya yang ada cuma Fanta Lemon... jadi aja judulnya berubah dari Sate Goreng Fanades ( Fanta Apel Pedas ) jadi Sate Goreng Fan Mondes ( Fanta Lemon Pedes )

Sate Goreng Fan Mondes ( Sate Goreng Fanta Lemon Pedes)

By Lisa Basuki


Untuk 6 porsi



Bahan :

500 gr daging kambing / daging sapi agak berlemak, potong persegi 2.5 x 2.5 cm

10 btr bawang merah, iris tipis

5 siung bawang putih, cincang kasar

2 lbr daun salam

2 btg sereh, memarkan

2 lbr daun jeruk purut

3 sdm kacang tanah yang telah ditumbuk halus

500 cc santan sedang

2 sdt garam

5 sdm kecap manis

½ sdt lada halus

1 sdt gula pasir

1 klg ( 330 cc ) Fanta rasa Lemon ( Vit-C)

1 sdt air jeruk limau

10 bh cabai rawit merah, memarkan

10 bh cabai rawit hijau, memarkan ( pd waktu lomba aku pake potongan cabe ijo Gendot, oleh2 dr Ciwidey )

5 sdm minyak goring, untuk menumis

6 sdt bawang merah goring, untuk taburan

Bumbu Halus :

3 btr bawang merah

2 siung bawang putih

5 btr kemiri

2 cm temu mangga ( boleh diabaikan kalau sulit menemukan )

Cara Membuat :

1. Panaskan minyak, tumis bawang merah dan bawang putih iris hingga harum. Masukkan bumbu halus, daun salam, sereh, daun jeruk purut, dan garam. Tumis hingga kembali harum.

2. Masukkan daging kambing dan lada halus. Aduk sampai berubah warna. Tambahkan kecap manis, gula pasir, dan kacang tanah halus. Aduk rata sambil dituangkan santan secara bertahap.

3. Masak terus sampai dagingnya matang, empuk, dan kuah mengental.

4. Tambahkan Fanta rasa Lemon ( Vit-C) aduk sampai kuah kembali mengental, masukkan air jeruk limau, cabe rawit merah dan hijau. Aduk2 sekitar 5 menit.

5. Angkat dan siap disajikan dengan taburan bawang merah goreng diatasnya…

Tuesday, December 8, 2009

Sajian Tradisional - Buka Puasa PT Faba



Ini salah satu episode dari sekian banyak hasil karyaku yang belum sempat diposting.
Mbak Lenny, seorang Director di PT Faba menginginkan sajian dan penataan tradisional etnik untuk acara buka puasa dilokasi kantor barunya pada tanggal 10 September 2009 lalu. Acara ini juga sekaligus selametan atas kepindahan kantornya, walau sudah beberapa bulan lalu...



Sajian sebanyak ini sebenarnya hanya akan dinikmati oleh tidak lebih dari 20 orang saja, tapi Mbak Lenny juga mengundang beberapa tamu dari luar kantornya...

Diantaranya adalah Mbak Lita yang ramah dan cantik, yang kemudian memesan untuk acara peresmian Klinik Drg.Hendra ( ayah Mbak Lita ) pada tanggal 26 September 2009, yang sekaligus juga acara Halal Bihalal di Sudirman Apartement ( kalo ngak salah judulnya ). Yang memesan 80 pax tumpeng kuning dan 3 tampah jajan cenil beserta segala piranti etniknya.

Sekalian aja deh aku ceritain disini, karena aku ngak punya dokumentasinya gara2 aku lupa charge batere cameranya...( alamaaakk.. teledor banget yaaa...)

Bu Drg.Hendra yang sangat ramah dan rendah hati itu menyiapkan semua itu untuk para undangannya yang terdiri dari para Satpam, OB, Teknisi, Receptionists, dan team service building lainnya... Wah betapa mulianya...



Untuk tajilannya dihidangkan Paket Aneka Bubur Manis, yang terdiri dari : Bubur Sumsum, Jenang Grendul Pandan Suji ( ngak keliatan bulatannya karena terendam saus santan ), dan Bubur Jali. Disajikan dengan menambahkan saus gula merah cair ( juruh ), dan santan kelapa.



Selain Aneka Bubur, disediakan pula Aneka Jajan Pasar yang terdiri dari : Pempek Shanghai, Papais Mie dalam cup, Lemper Goreng, dan yang agak modern adalah Brownies Keju yang ditengah itu...



Untuk menikmati nasi kuning digunakan "piring" berbentuk takir / sudi / pincuk dari anyaman bambu berlapis daun pisang. Hanya saja sendoknya masih gunakan produk modern dari stainless steel, karena aku belum menemukan sendok kayu atau batok yang harganya terjangkau..... Ada sih di Pasaraya, tapi harganya.......






Mbak Lenny ( berambut panjang ) bersama rekan2nya


Penampakan Close-up Jajan


Close-up si Nasi Kuning (udah bosen ngeliatnya yaa...)



Siap kirim dari dapur Alley Kitchen

Thursday, November 19, 2009

Pertama Kali Menyentuh Fondant



Tergugah dengan ajakan Lenny Kumala, sahabat milisku yang bulan lalu mengajak latihan bareng bikin kue dan bikin fondant, maka setelah baca2 buku tentang figurine, aku jadi tertarik untuk praktekkan bentuk wajah...

Mulanya mau bikin dari clay atau lilin mainan anak, tapi waktu ke Gramedia aku ngak nemu warna yang bagus... aku maunya ya 3 warna dasar ditambah putih dan hitam, supaya bisa sekalian belajar mencampur warna...



Beberapa hari lalu aku ingat masih punya fondant pembagian waktu jadi peserta record Murinya NCC Juni 2008... wah lama banget yaaa...
Mencoba yakin dengan bongkahan putih di lemari persediaan bahan kue, aku kukuslah si bongkahan yang mengeras bagaikan batu itu... setelah agak lunak, aku keluarkan dari kukusan dan mematahkan sebagian untuk coba diuleni....

Masih panas sih... tapi gak apa2 deh dipijit pijit dengan jempol... walau kadang panasnya terasa menyengat... ya terusin aja... toh cuma sesendok makan aja....
Tenyata... oh tenyata.... kulit dikedua jempolku jadi memble... waaahhh... melepuh deh....
Terpaksa pijat memijat fondant itu diberhentikan sampai disitu..




Sewaktu memerenas-remas fondant itu aku mencium aroma susu vanila dan manis.... aku icip... ternyata fondant ini enak yaa... seperti cream Eisela yang suka aku buat butter cream...
Yang aku tahu dari teman2 tuh fondant katanya ngak enak dan ngak ada aromanya... tapi ini kok enak yaaa....

Ya udah aku biarkan aja di baskom.... sampe besoknya ... ternyata udah keras benar dan ngak bisa diuleni, malah hancur berkeping2 seperti pasir.. kok seperti gula icing yaaa, tapi ini padat, ngak berupa serbuk...

Sehari kemudian, karena mau ke Mayestik, aku menimbang nimbang.... mau beli fondant, beli clay, atau buat clay dari tepung sendiri aja... secara kan baru mau nyoba pulung memulung tuk buat figurine, bunga dan lainnya itu... ya udah deh isi baskom yang teteup tercium enak dan sedap itu aku buang ke bak sampah...
Dan aku beli fondant 1/2 kilo di Mayestik...lengkap dengan 3 warna dasar... ( padahal sih punya tuh warna merah dan birunya..)

Ternyata fondant itu ngak ada aroma dan rasanya... jadi..... yang aku buang tadi itu apa???? Emang Eisela beneran yang udah membatu kali yaaa.... pantes ngak bisa dipulung....
Memang setiap kali pulang belanja bahan kue itu harus disimpan dalan kotak sendiri2 dan diberi judul... jadi ngak salah ambil... secara bahan berwarna putih gitu banyak jenisnya yaaa...



Sok perfectionist... fondant ditimbang masing2 100gr dan diberi warna merah, biru dan kuning tua.... eh kok kuning tuanya jadi keliatan orange gitu yaa... akhirnya buat lagi 50gr pake kuning telur... nah ini baru kuning wana dasar...

Campur mencampur ngikutin teori warna... wah... ngak oke tuh... ngak seperti keinginan... jadinya malah bukan secondary color, tapi warna yang beleketek.... payah deh... ya udah deh ditinggal dulu.... sambil minta Mas Adam untuk mencatat apa aja campuran warna untuk bikin warna kulit yang beige.. , yang agak peach.. dan yang sawo matang seperti kulit orang Indonesia gitu... liat RGB nya yang tertulis pada chat warna di Photoshop.... gaya beneeerr... kayak ahli warna aja...

Nah tadi pagi2 abis sholat subuh, bukannya bikin sarapan, malah utak atik fondant tuk buat warna kulit itu.... weleh..weleeehhh... bukannya peach yang didapat... malah coklat tua kehitaman dan keunguan...( kalo orang Betawi bilang ini warnanya "dauk" alias ngak keruan, butek, jelek...) yaaaahh payah deh ngikutin catatan itu...
Pake jurus instink aya deh... ambil warna kuning yang cenderung orange itu, campur si warna dauk sedikit... masih ketuaan... campur sedikit lebih banyak warna putih.... naaaahhhh ini baru beneeerrrr..... ( kayaknya enakan nulis pake bahasa gaul aja yaaa... pake Bahasa Indonesia yang baik dan benar itu rasanya ribet yaaa..., tadinya sih bermaksud supaya kalo ditranslate ke Englishnya Om Yahoo jadi bagus gitu...)

Trus mulai deh pulung memulung.... ngak pake latihan berbagai bentuk pulungan, ngak pake latihan bikin boneka ala pinokio, ngak pake bikin bunga dan daun sederhana.... langsung tancap bikin figurine wajah yang semi realistik.... sok beneeerrrrr....

Ternyata repot juga yaa... adonan fondant itu kalo dikasih pewarna beberapa tetes aja jadi lembek dan lengket deh.
Tapi ngak sabar juga nunggu sampe adonan enak dipolung tanpa bikin lengket... Langsung aja dibentuk macam2 anggota wajah...

Ya gitu deh... ditempel ini.. yang itu jadi peyot... dihaluskan yang itu.. yang ini jadi memble...

Maksud hati bikin wajah si Bungsu Mas Adam yang hidung dan dagunya lancip.... apadaya jadinya kakek2 peyot.... ha haa haaaaaaa.......
Mulut yang dibuat secara karikatur jadi lebih besar..., eh malah jadinya jontor amat....

Dasar udah tuir mata udah ngak cukup 4... waktu bikin sih yakin kalo hasilnya bagus dan mulus.... eh waktu dipotret dan di close-up keliatan semuanya geradakan dan ngak rapi.... pantes deh kayak kakek2 jadinya... hua haa haaa haaaa.....



Ini yang penasaran nyampur warna sampe jam 1 dinihari kemarin....tampangnya udah ngak karuan....

Saturday, November 14, 2009

Paket Aneka Bubur Manis


Ini salah satu penyajian dari perpaduan Aneka Bubur Manis yang sering dipesan Ibu Tio - PT Telkom, dan yang jadi primadona di bulan Ramadhan lalu sebagai Tajil.
Dan juga sebagai Hantaran Silaturahmi menjelang Lebaran, yaitu sebagai pengganti parcel yang dikirimkan kepada perusahaan2 relasi saat menjelang waktu berbuka...

Paket ini bisa dipesan hanya buburnya saja, bisa juga dikemas dalam wadah ethnic berupa gerabah cantik dalam tampah bambu yang cantik dan kokoh, lengkap dengan sendok besar dari batok kelapa bertangkai kayu batang kelapa atau batang aren...








Selendang Mayang ini adalah penganan khas Betawi yang sudah langka penjajanya...
Campuran tepung sagu aren yang sarat dengan aroma pandan dan suji asli terasa lembut dilidah. Berpadu dengan gurihnya santan dan siraman gula juruh, membuat tenggorokan serasa tak terpuaskan...


Bubur Jali-Jali.... ini bubur yang rasanya paling langka diantara lainnya... dulu sekali semasa kecilku ada dijajakan dekat rumahku... Saat ini banyak sekali orang yang terheran-heran mendengar dan merasakan bubur ini.... Bahkan yang menjual bijinya saja juga sangat jarang...

Terbuat dari biji jali yang bentuknya mirip perpaduan antara beras dengan jagung. Kalau menurut tetanggaku sih bijinya diambil dari malai yang mirip sekali dengan malai gandum, tetapi biji jali lebih besar dan bulat. Bijinya tidak hancur dalam perebusan seperti layaknya beras, tetapi mengembang dan kenyal dikunyahnya..
Bubur manis gurih yang dimasak dengan gula merah pilihan + gula aren, bercampur dengan gurihnya santan, masih bisa ditambah sedikit santan kental ketika disajikan sebagai penambah gurih dan mempercantik penampilannya...



Kalau Bubur Mutiara atau lebih sering disebut Pacar Cina sih sampai saat ini juga masih sangat sering dibuat orang, terutama di bulan Ramadhan... bisa dimakan hangat maupun dingin dengan tambahan es batu/es serut.
Pada penampakan ini terlihat pucat, karena tidak aku tambahkan pasta berwarna merah yang pastinya akan terlihat lebih mengugah selera...
Walaupun begitu aku olah dengan penambahan daun jeruk purut, hingga rasanya.... aduhaaaiii...

Sebenarnya banyak varian dari aneka bubur ini yang sering aku buat, hanya saja aku tidak punya waktu untuk mendisplay dan memotretnya....
Makanya betapa menyakitkannya sewaktu foto2 hasil karya kita dicomot dan digunakan begitu saja oleh orang2 yang tidak mempunyai etika...

Varian bubur itu dipadukan dari berbagai kelompok bahan bakunya, antara lain :

Bubur Tepung
Bubur Sumsum Putih
Bubur Sumsum Hijau
Bubur Lolos
Selendang Mayang

Bubur Tepung Olahan
Jenang Grendul Hijau
Jenang Grendul Putih
Bubur Candil

Bubur Beras/Ketan
Bubur Ketan Hitam
Bubur Rang-Rang Ketan
Bubur Rang-Rang Beras Merah
Bubur Rang-Rang Beras Coklat
Bubur Beras Merah-Putih

Bubur Biji-bijian
Bubur Kacang Hijau
Bubur Jali-Jali
Bubur Jagung Bose
Bubur Sagu Olahan
Bubur Sagu Ambon
Bubur Biji delima
Bubur Pacar Cina

Umbi / Pisang
Kolak Campur ( Ubi, Singkong, Pisang )
Kolak Pisang Kolang-kaling
Kolak Biji Salak
Palu Butung

Bulan lalu aku sempat dibuat bingung dengan pesanan dadakan dari pelangganku... beliau minta segera dibuatkan Bubur Madura....
Wah... walaupun Nenekku orang Madura, tapi aku ngak pernah kesana ataupun tinggal di Surabaya... jadi belum tau tuh penampakannya, apalagi rasanya...
Hanya saja katanya ada unsur ketan hitam, bola2 tepung ketan, dan campuran lainnya... bingung juga sih... apakah seperti Bubur Kampiunnya orang Padang??
Aku tidak bisa memenuhi pesanan yang disampaikan jam 11 siang untuk disajikan jam 7 malamnya, karena aku sedang dalam acara praktek baking bersama sahabatku...
Walaupun begitu beberapa hari sesudahnya aku browsing via google... lhooo ternyata yang begitu sih sering aku bikin tuh.... Perpaduan Bubur Ketan Hitam, Jenang Grendul, Bubur Sumsum, dan Bubur Pacar Cina... weleh weleeeh.... kuper juga aku ini...
Jadi.... Bubur Madura.... siapa takuuuttt....

Postingan Yang Tertunda

Temans....
Mulai hari ini aku sempet2in deh update blog ini dengan postingan2 yang lama tertunda.

Maklum sejak bulan April lalu macam2 kendala selalu merintangi aku tuk duduk manis didepan kompi sambil ngerumpi dengan jari jemariku....
Mulai dari kompinya sering hang, camera yang nga bisa di transfer gambarnya, trus kompi lagi yang ngadat berulang. Kompi diservice dan dipinjamkan yang pentium 3, tapi gambar ngak bisa ditransfer juga... Dah gitu jaringan internet yang lama ngak beres, akhirnya diPHK aja...

Sesekali pulang ke Pulo Gebang... mulanya inet lancar, foto bisa ditransfer sebagian yang ada dikamera aja, itupun yang terakhir aja, karena setelah diutak atik tehnisi kompi itu camera jadi kosong, isinya sebagian aja yang bisa ditransfer ke kompi yang pentium 3 itu. Tapi kalo diback-up di Flashdisk jadi ngak bisa ditransfer ke kompi yang di Pulo Gebang... jadinya Flashdisk aku hapus aja karena ngak bisa dibuka sama sekali.

Tiap kali ke Rusun, mampir ke tempat service selalu ngak ada orang...
Akhirnya pada bulan ke-4 orang yang ngaku boss disitu bilang kalo teknisinya melarikan diri bersama barang2 yang diservice disitu... seperti yang pernah aku ceritakan disini, kalau hard disk itu penuh dengan file aku selama 5th terakhir. Penuh dengan pernak-pernik kuliner, dan yang menyesakkan adalah hasil karya tulisku tentang Spa yang aku terjemahkan dari lebih 4 buku dengan masukan dari hasil praktek aku pribadi pijat memijat di Salon Spa.. itu sebagai bahan aku mengajar...
Tapi sekarang udah aman deh... dapet lungsuran external disk dari si Bungsu... dan yang juga melegakan adalah ditemukannya file jadul yang diantaranya ada tulisan2ku tentang Spa dari back up di kompinya si Bungsu... Alhamdulillah....

Oke.. maksimalkan aja deh si Pentium 3 yang tulalit banget... trus beli modem USB... eh ternyata ethernet cardnya dicopot juga oleh si tehnisi tak bertanggung jawab itu... jadi mo nyolok dimana???

Ya udah.. pake yang di Pulo Gebang aja.... eh ngak taunya kompinya jadi rusak juga... terlalu diforsir si Sulung...
Ya gitu deh... tiap ke Pulo Gebang selalu dibela-belain bawa si Pentium 3 naik taksi bolak balik...
Inet disana lancar...jadi ethernet card dari kompi yang rusak itu dipindahkan ke Pentium 3, lumayan deh.. walau sering hang... Foto bisa ditransfer... tapi ngak bisa diolah, karena ngak ada program ACDsee nya, jadi ngak bisa nambahin text... Bahaya... nanti terjadi pencurian lagi...
Tapi Modem Smart itu ngak bisa dipake di Pulo Gebang... sayang juga udah bayar bulanan...
Eh pas dibawa balik ke Rusun jadinya juga ngak ada lagi tuh koneksinya... rasanya mau dibuang aja deh modemnya... trus dibawa si Bungsu ke tempat Om nya sampe 2 bulanan..

Akhirnya ngak mau ribet lagi, dan ada rezeki.. ya beli Laptop patungan dgn si Bungsu... Modem diambil lagi... eh kok ternyata bisa lancar tuh... di Rusun maupun di Pulo Gebang...

Nah sekarang tinggal gimana akunya aja deh... punya waktu dan punya mood ngak untuk update dan mencicil ( bukan pecicilan yaaa... ) alias mengangsur ( kok kayak bayar kreditan..) semua foto dan cerita yang luamaaa sekali tertunda itu....

Jadi.... tunggu tanggal mainnya aja ya temans....

He hee heee... tuh kan ceritanya jadi novel.....