Cooking with Mind, Body, and Soul
Tulisan2 ku disini ngak cuma sekedar nemenin foto2 yang dipamerin...tapi juga curhatan gimana mood aku sewaktu masakan dan cake ini dalam proses pembuatan. Dan perasaan tentang hasil akhirnya, sampai komentar yang icip icipnya...
Jadi mahap kalo isinya kayak cerpen, bahkan cerbung.... atau novel yaaa.... ha haa haaa....
Jadi mahap kalo isinya kayak cerpen, bahkan cerbung.... atau novel yaaa.... ha haa haaa....
Monday, July 30, 2012
Ayam Bakar Bumbu Rujak
Sebenarnya pesanan Ayam Bakakak atau Ayam Ingkung Bumbu Rujak untuk hantaran ataupun upacara adat sudah banyak sekali aku buat, dan sebagian sempat dipotret, hanya saja aku males banget deh upload di blognya..
Semoga kali ini pemirsa agak terhibur dengan tampilan baru barang lama ini... Karena kali ini dilengkapi dengan lalap mentah dan lalap rebusnya...
Ini pesanan Mbak Widhya sebagai trial order untuk pesanan2 berikutnya...
Dikirim hari Sabtu lalu kerumah Direkturnya di Patra Kuningan..
Semoga berkenan dan berlanjut orderannya..
Monday, June 25, 2012
Tumpeng Pesanan Ibu Semy - Majalah Saji, untuk Syukuran Mighty Culinary
Jumat lalu dapur sepi, istirahat dari pesanan, dan Mbak Mimin merawat anaknya yang malam sebelumnya demam. Rencana mau masak sayur katuk dan ikan yang udah lama selalu tertunda .. Eh ternyata harus ditunda lagi karna hari itu banyak permintaan yang tidak biasa dari pelanggan2 yang berbeda untuk minggu depan, jadi aku harus mikir menu apa dan kemasan apa yang sesuai permintaan mereka…
Belum terpecah tantangan dari 2 pelanggan itu, datang lagi pesanan dadakan dari Gramedia Group untuk acara syukuran pelaksanaan Mighty Culinary untuk hari Sabtu besok sorenya. Sontak aja semua disisihkan dulu, langsung siapkan semua bahan baku sendirian.
Sabtu dini hari berkali-kali terbangun untuk segera kepasar…. Belum buka pasarnya mbook.. baru jam 2.. Ya sud.. tidur lagi.. jam 4 baru bangun lagi, siapkan peralatan tempur didapur. Sholat subuh, lalu langsung kepasar beli sayur mayur dengan ngak sabar mo cepat2… maklum perut melilit karna tadi minum the manis.. belanjaan ditinggal dulu semua di penjualnya masing2… pulang dulu untuk kemudian lanjutkan lagi belanjanya.. Lho kok mules lagi… pulang lagi untuk kedua kalinya setelah minta tukang ojeg untuk mengumpulkan belanjaan dan kirim kerumah…
Yaa begini deh antisipasi kalau2 Mbak Mimin hari ini juga ngak masuk.. harus segera aku lakukan semuanya sendiri.. Minta tolong tetangga untuk membersihkan semua sayur mayur, sementara aku mempersiapkan nasi kuning untuk 80 porsi..
Alhamdulillah jam 8 Mbak Mimin akhirnya muncul.. maka siaplah semua masakan pada jam 11.. dan jam 13.30 semua sudah tertata rapi dalam 3 tampah.. Tapi… mana Bapak Taksi langganan yang sudah aku pesan sejak kemarin? Sampai jam 14:00 masih juga belum bisa dihubungi… gimana bisa diserahkan sebelum jam 3 sore?
Terpaksa deh aku yang mengantar sendiri dengan taksi lain ke Senayan dalam keadaan belum mandi… Cuma polas poles wajah sedikit biar yang nerima ngak takut liat mukaku he hee heee…
Wow… harus diserahkan dengan baik dan benar dong… secara kemarin yang menelponku untuk memesan adalah Ibu Semy sendiri selaku PemRed Majalah Sedap dan Tabloid Saji..
Walau untuk sampai kepada Ibu Rini aku harus bolak balik bertanya sana sini ditengah kesibukan para tenant yang mengatur display untuk acara besok paginya, dan kesibukan para panitia disana…
Tumpeng Menu Standard 50 pax yang nasinya tidak dibuat kerucut,
hanya dipisahkan di wadah lain, dan tanpa campuran ketan..
hanya dipisahkan di wadah lain, dan tanpa campuran ketan..
Akhirnya… tertata jugalah ke-3 tampah hiasku disalah satu meja makan yang masih kosong pada area jajan disana…Dan baru sempat aku potret karna dirumah tadi sibuk nelpon taksinya..
Minggu siangnya ketika jumpa dengan Ibu Semy ditengah acara Mighty Culinary, aku mengucapkan terima kasih atas pesanannya… dan Ibu Semy bilang “ masakannya enak”…. Alhamdulillah dapat bintang deh dari pakarnya kuliner….
Tumis Tauge Tahu Kuning
Nah ini resep tumis tauge sebagai penetralisir pedasnya Cumi Jahe Kecap Pedas itu...
Selamat mencoba masakan yang murah meriah dan gampang ini...
Wadahnya sama dengan yang cumi tadi... males bongkar lemari properti motret... he hee heee...
Bahan :
250 gr tauge
2 bh tahu kuning ( 6x 6 x 3 cm ), potong dadu
3 siung bawang putih, cincang kasar
3 siung bawang merah, iris tipis
2 bh cabe merah keriting, potong serong
50 ml air
1 btg daun bawang, potong serong
½ bh tomat, potong panjang
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
2 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara Membuat :
• Panaskan wajan, tuang 2 sdm minyak goreng
• Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum dan kuning keemasan
• Masukkan potongan tahu, aduk hingga agak matang.
• Tambahkan air, aduk hingga mendidih. Masukkan tauge, irisan cabe, garam dan gula, aduk cepat rata.
• Segera masukkan potongan tomat dan daun bawang, aduk sebentar agar tauge matang tetapi masih renyah.
• Angkat dan segera sajikan hangat.
Selamat mencoba masakan yang murah meriah dan gampang ini...
Wadahnya sama dengan yang cumi tadi... males bongkar lemari properti motret... he hee heee...
Tumis Tauge Tahu Kuning
By Lisa BasukiBahan :
250 gr tauge
2 bh tahu kuning ( 6x 6 x 3 cm ), potong dadu
3 siung bawang putih, cincang kasar
3 siung bawang merah, iris tipis
2 bh cabe merah keriting, potong serong
50 ml air
1 btg daun bawang, potong serong
½ bh tomat, potong panjang
½ sdt garam
¼ sdt gula pasir
2 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara Membuat :
• Panaskan wajan, tuang 2 sdm minyak goreng
• Tumis bawang putih dan bawang merah hingga harum dan kuning keemasan
• Masukkan potongan tahu, aduk hingga agak matang.
• Tambahkan air, aduk hingga mendidih. Masukkan tauge, irisan cabe, garam dan gula, aduk cepat rata.
• Segera masukkan potongan tomat dan daun bawang, aduk sebentar agar tauge matang tetapi masih renyah.
• Angkat dan segera sajikan hangat.
Cumi Jahe Kecap Pedas
Pulang dari acara Mighty Culinary di Basket Hall Senayan, langsung kedapur setelah beres2 berbagai macam goodie bag dan hadiah2 yang sejibun..
Mo masak cumi tumis hitam, ternyata cuminya udah bersih klimis, alias kantung hitamnya udah dibuang Mbak Mimin.... Sambil masukkan kepala2 cumi kedalam badan dan menyematnya dengan lidi, aku mikir mo dimasak apa yaa...
Untung teringat nasihat emak... eh emangnya pelajaran Bahasaku di SD dulu...
He hee hee... yang aku ingat adalah resep Ayam Kecap Manis yang tadi didemokan Chef Vindex pake produk Kecap Bango terbaru berupa Kecap Pedas ( aku belum nyoba tuh kecap jenis itu, secara si bungsu Mas Adam hanya suka Kecap Bango polos aja...). Tadi aku udah icip masakannya Chef, kayaknya kalo lebih pedas ayamnya tadi pasti lebih enak... Maka itu berkreasilah aku dengan adaptasi resep itu untuk cumi polosku ini.... Hasil jadinya.... wuah enyak bangeeett.... makan malam kami rasakan dengan nikmatnya, ditemani tumis tauge tahu kuning untuk menetralisir rasa pedasnya..
Coba deh resep ini... eh tapi potonya kebanyakan garnisnya, jadi cuminya kependam deh...
O yaa... potret ini juga mengadaptasi booth Photography di acara yang sama... Walaupun ngak ngikutin kelasnya, tapi sewaktu lewat sana tadi ngeliat Mas Abo pake kertas kue untuk melembutkan sinar lampu tambahan dibelakang objeknya..
Jadi teknik ini aku aplikasikan untuk motret di atas working table ku didapur yang lampu neon nya kuat banget sinarnya.. Jadi aku tutup deh lampu yang jaraknya cuma 70cm dari permukaan meja itu pake kertas kue.., sementara lampu lainnya adalah lampu dapur yang cuma 1 diatas belakang aku..
Hasilnya ngak kalah bagus dengan lokasi salon tempat aku biasa motret, dengan 2 lampu TL putih dan lampu TL daylight yang powernya lebih kecil ditengah...
Jadi ada 2 ilmu yang aku terapkan malam ini.... masakan dan photography...
Cumi Jahe Kecap Pedas
adaptasi dari resep Chef Vindex
Bahan :
500 gr cumi, buang tinta dan mulutnya
4 siung bawang putih, cincang kasar
4 butir bawang merah, iris halus
1 btr bawang bombay, potong panjang
2 cm jahe, potong korek api
1 bh tomat potong panjang
10 bh cabe rawit merah utuh
10 bh cabe rawit hijau utuh
1 tangkai daun bawang, potong serong
1 sdt garam
½ sdt lada halus
10 sdm kecap manis
100 ml air
Minyak goreng untuk menumis secukupnya
Cara Memasak :
• Panaskan wajan, tuangkan 4 sdm minyak goreng.
• Tumis bawang putih dan bawang merah sampai kuning kecoklatan.
• Masukkan sebagian kecap manis, aduk sampai berkaramel. Masukkan cumi, garam dan lada, aduk rata sampai cumi kaku.
• Tambahkan air, masak sampai kuah sedikit mengental
• Masukkan kedua macam cabai rawit. Aduk sampai kuah mengental.
• Tambahkan potongan tomat dan irisan daun bawang, aduk sebentar.
• Angkat dan segera sajikan.
Labels:
Cumi,
Cumi Jahe Kecap Pedas,
Sea Food and Fish
Thursday, May 24, 2012
Bligo, Kundur, atau Blonceng ya sama saja...
Lodeh Blonceng
Setelah tanya cara masak Bligo ke Milis NCC minggu lalu, maka baru sempat minggu ini mulai memasak buah sayur yang belum aku kenal ini.
Buah ini sangat jarang aku temui dipasar tradisional setempat, dan keluargaku belum pernah ada yang memasaknya. Jadi lumrah aja kalo aku ngak tau bagaimana rasanya... lha bentuk dalamnya seperti apa aja aku belum tau...
Buah ini aku beli karna memenuhi ide aku atas permintaan pelanggan yang pengen tumpeng hadiah ultah bossnya ada bentuk Bola Soccernya., secara sang Boss penggemar soccer.
Pusing juga nih.. tumpeng kan ngak bisa dicarving seperti layaknya cake. Yang bisa juga kan harus dicetak, nah cetakan apa yang bisa bikin nasinya bulat lonjong seperti bola soccer.. Jadi begitu pulang ke Pulo Gebang tuk urus KTP, dipasar aku nemu buah ini.. Kebetulan ada yang bentuknya mirip bola soccer, jadilah aku beli untuk wadah sambal goreng hatinya.
Menurut penjual sayur langganan aku sejak dulu itu, buah ini berjudul "Bligo" . He he hee.. dia tanya kenapa aku lama sekali ngak belanja di kiosnya..tentu saja, aku baru sempat pulang setelah 18 bulan sibuk di Rusun.. Itu aja dipaksakan, karna sudah 5 bulan jadi warga DKI yang ngak jelas, di Jakarta Pusat KTP ku sudah dilubangi karena pindah kembali kerumah asal. Eh di Pulo Gebang cuma dapat secarik kertas dari RT dan RW, belum sempat ke Kelurahan...
Bligo seberat 1.3 kg
Kembali ke Bligo..
Buah sayur ini termasuk keluarga semangka, Isinya seperti labu putih yang juga belum pernah aku masak.
Waktu aku coba makan daging mentahnya ya mirip melon, tapi hambar. Sewaktu dipotong mengeluarkan sedikit air, susunan bijinya cantik sekali deh, mirip taplak rajut.. Kulitnya keras sedikit berbedak. Kalau sudah tua bedaknya akan tambah banyak... maklum seperti orang juga tambah dewasa tambah menor tu bedak... :))
Yang pernah aku dengar sih, bligo itulah yang dijadikan manisan kering yang populer dikalangan etnis Tionghoa di Jakarta. Mereka menamakannya Tang Kwe. Biasanya untuk campuran minuman dingin. Fungsi lainnya aku belum tau.
Ada juga yang dibuat stup atau manisan basah, seperti yang di tulis Cik Hanna - Keluarga Cinta di blognya http://resepkeluargacinta.blogspot.com/2009/04/setup-bligo.html
Pada milis NCC, Om Ophoeng yang beken dengan ulasan2nya tentang makanan, terutama masakan China, memberikan bocoran tentang bahan baku Sup Bligo. Maka pada percobaan perdana aku masaklah sup seperti resep itu, dengan sedikitr modifikasi sesuai dengan bahan yang ada didapur. Dan sebagai fininshing touch nya supaya ngak polos-polas amat aku masukkan daun ginseng yang kebetulan paginya aku beli di Pasar Jatinegara, eh ternyata pada resep Om Ophoeng juga pake daun, tapi daun ketumbar... Tapi daun ginseng juga enak kok.. ada rasa sedikit asem yang menyegarkan... oh baru tau aku...rupanya daun ini yang pernah dimasak Mbah Putriku yang beliau ambil dari pinggir selokan kecil didepan rumahnya dulu...Karna sewaktu aku icip kemarin, sensasi sayur buatan Mbah Putri kembali mengusik kenanganku...
SUP BLIGO
ala Ophoeng
Bahan :
250 gr bligo, kupas dan potong dadu
1/4 ekor ayam kampung, potong kecil 4 x 4 cm
1 siung bawang putih, keprek
3 iris jahe
1 sdt garam
1 sdm kecap asin
750 cc air panas
8 btr biji teratai, cuci dan rendam air panas
1 bongkah kecil jamur karang kering, cuci dan rendam air panas, potong potong
1 ikat daun ginseng
2 sdm minyak goreng untuk menumis
Cara membuat :
- Tumis bawang putih dengan minyak goreng, sampai berwarna sedikit coklat dan harum
- Tambahkan irisan jahe, aduk sebentar, lalu masukkan potongan ayam dan sedikit garam, tumis terus sampai berubah warna.
- Tuangi air panas dan kecap asin.tambahkan biji teratai, rebus sampai ayamnya matang.
- Masukkan jamur karang, rebus kembali selama 5 menit.
- Celupkan daun ginseng sebentar, lalu segera pindahkan kedalam mangkuk untuk segera dihidangkan.
Kami menikmati sup bligo ini dengan ditemani Cah Tahu Air Cabai Kering seperti penampakan dibawah ini, dengan resep ngasal...
Menurut Mbak Mien asistenku, di kampung buah ini disebut "Blonceng".
Lalu aku minta dia masak ala masakan kampungnya yang katanya dimasak Lodeh. Hasilnya seperti dibawah ini... cantik dan menarik bukan? Rasanya juga lebih nendang... apalagi kalau menurutku sih lebih sip lagi kalau ditambah dengan udang kering atawa ebi...
SAYUR LODEH BLONCENG
Bahan :
250 gr bligo atau blonceng, potong kecil
100 gr buncis atau kacang panjang potong-potong 3 cm
1 sdm udang kering atau ebi, rendam air panas, tiriskan
750 cc santan
2 lbr daun salam
2 iris lengkuas
2 sdm cabe giling
3 sdm minyak goreng untuk menumis
Bumbu halus :
2 siung bawang putih
3 btr bawang merah
2 sdt garam
1 cm kencur
Cara membuat :
- Tumis udang kering dalam minyak panas sampai harum.
- Masukkan bumbu halus dan cabe giling, tumis sampai harum dan minyaknya keluar lagi.
- Tambahkan daun salam, dan lengkuas, aduk sampai harum kembali. Masukkan santan, aduk terus hingga mendidih.
- Masukkan potongan bligo, masak sambil masih terus diaduk sampai sedikit empuk tetapi tidak lembek.
- Tambahkan buncis atau kacang panjang. Masak selama kurang lebih 3 menit, cukup sampai sayuran matang tetapi tetap garing.
- Nikmati selagi hangat.
Friday, May 18, 2012
Ayam Cabut Tulang Pesanan Rika di Miami Florida
Memang kesalahan ada padaku, ketika menawarkan Birthday Card, aku tanyakan mau warna apa,olah raga kesukaanya, atau bunga kesayangannya apa.... Jadi aja Mbak Rika menitipkan uang untuk dibelikan bunga..:)
Padahal maksudku untuk aku carikan gambar bunganya gitu... Emang ngak jelas sih aku nulismya...ha haa haaa..
Akhirnya jadinya begini deh.. Ayamnya ditata dalam tampah berhias lipatan daun pisang dengan sedikit bunga berwarna pink yang ngak karuan tatannya... maklum soal menata bunga aku nol banget deh...
Kalo buket bunga yang di kartu sih bukan aku tuh yang bikin.... aku cuma bikinkan kartunya aja..
Semoga Bu Tina senang dan menyukai ayamnya...
Subscribe to:
Posts (Atom)








